AZAB BUAT PEREMPUAN YANG TIDAK MAU BERJILBAB

tumblr_static_muslimm

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

Wahai saudariku, Kami mengingatkan sebuah pesan dari Nabi Kita, Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam tentang Hijab. Jangan menyesal kelak di hari kiamat, bila anda tidak mau membaca dan mentaati nasehat ini.

Bismillaahir Rahmaanir Rahiim…

①. Azab buat perempuan yang membuka rambut kepalanya selain suaminya adalah;

‘‘Rambutnya akan digantung dengan api Neraka sehingga mendidih otaknya dan ini terjadi sampai berapa lama ia di dunia semasa hidupnya belum menutup rambut kepalanya…!!!’’

②. Azab buat perempuan yang suka berpakaian seksi dan menonjolkan dadanya adalah;

‘‘Digantung dengan rantai api neraka dimana dada dan pusatnya diikat dengan api neraka serta betis dan pahanya diberikan panggangan seperti manusia memanggang kambing di dunia dan api neraka ini sangat memedihkan perempuan ini…!!!’’

③. Azab buat perempuan yang suka menjadi penggoda dan berusaha menggairahkan pria lain dengan tubuhnya yang aduhai adalah;

‘‘Perempuan ini mukanya akan menghitam dan memakan isi perutnya sendiri…!!!’’

(H.R. Imam Bukhari dan Muslim).

DIJELASKAN OLEH JIBRIL TENTANG NERAKA YANG DISEDIAKAN UNTUK UMMATNYA, RASULULLAH SAW PINGSAN DAN TERUS MENANGIS

eat-rubbish

Neraka merupakan tempat bagi orang-orang yang tidak beriman kepada Allah SWT. Neraka itu berisi api yang berkobar-kobar begitu panas yang dapat menggosongkan kulit kita. Sebenarnya neraka ada beberapa tingkatan.

Yazid Ar-Raqqsyi meriwayatkan dari Anas bin Malik “Malaikat Jibril datang kepada Rasulullah pada waktu yang tidak biasa dengan raut muka yang berbeda dari biasanya. Rasulullah bertanya: Wahai Jibril, kenapa Aku melihat raut mukamu berbeda?

Jibril menjawab, “Wahai Muhammad, aku datang kepadamu pada saat Allah memerintahkan supaya api neraka dinyalakan. Tidak pantas jika orang yang mengetahui bahwa neraka, siksa kubur dan siksa Allah itu sangat dasyat untuk bersenang sebelum dirinya merasa aman dari ancaman itu.”

Rasulullah menjawab: “Wahai Jibril, lukiskanlah keadaan neraka itu kepadaku.”

Jibril berkata: “Baik, ketika Allah SWT menciptakan neraka, apinya dinyalakan seribu tahun hingga berwarna hitam pekat, nyala dan baranya tidak pernah padam.”

“Demi Dzat yang mengutus engkau kebenaran sebagai Nabi, seandainya neraka itu berlubang sebesar lubang jarum, niscaya segenap penghuni dunia akan terbakar karena panasnya.”

“Demi dzat yang mengutus Engkau dengan kebenaran sebagai Nabi, seandainya ada baju penghuni neraka itu digantung diantara langit dan bumi, niscaya semua penghuni dunia akan mati karena bau busuk dan panasnya.”

“Demi Dzat yg mengutus Engkau kebenaran sebagai Nabi, seandainya sehasta dari mata rantai sebagaimana yang disebutkan didalam al qur’an diletakkan di puncak gunung, niscaya bumi sampai kedalamnya akan meleleh.”

“Demi Dzat yang mengutus Engkau kebenaran sebagai Nabi, seandainya ada seorang berada di ujung barat dunia ini disiksa, niscaya orang yang berada di ujung timur akan terbakar karena panasnya.”

Neraka itu mempunyai 7 pintu dan masing-masing pintu dibagi-bagi untuk laki-laki dan perempuan.

Rasulullah bertanya; “Apakah pintu-pintu itu seperti pintu kami?”

Jibril menjawab; “Tidak.Pintu itu selalu terbuka dan pintu yang satu berada dibawah pintu yang lain. Jarak pintu yang satu dengan pintu yang lain sejauh perjalan 70 tahun. Pintu yang dibawahnya lebih panas 70 x lipat dari pintu yang diatasnya.”

“Musuh-musuh Allah diseret kesana dan jika mereka sampai di pintu itu, malaikat Zabaniyah menyambut mereka dengan membawa rantai dan belenggu. Rantai itu dimasukkan ke dalam mulutnya dan keluar dari duburnya, sedangkan tangan kirinya dibelenggu dengan lehernya, dan tangan kanannya dimasukkan ke dalam dada hingga tembus ke bahu.

Setiap orang yang durhaka itu dirantai bersama setan dalam belenggu yang sama, lantas diseret wajahnya tersungkur dan dipukul oleh malaikat dengan palu. Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalam neraka.”

Rasulullah bertanya, “Siapakah penghuni masing-masing pintu itu?”

* Jibril menjawab, “Pintu yang paling bawah namanya HAWIYAH. Pintu neraka Hawiyyah ini adalah pintu neraka yang paling bawah (dasar), yang merupakan neraka yang paling mengerikan. Pintu neraka ini ditempati oleh orang-orang munafik, orang kafir termasuk juga keluarga Fir’aun, dalam neraka Hawiyyah.

Hal ini sebagaimana arti dari firman Allah ;”Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyyah” (QS.Al-Qari’ah :9).

* Pintu kedua namanya JAHIM. Yakni pintu neraka tingkatan ke 6. Tingkatan neraka ini di atasnya neraka Hawiyyah. Di dalamnya ditempati oleh orang-orang musyrik yang menyekutukan Allah. Hal ini sebagaimana arti firman Allah ini :”Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat” (QS.Asy-Syu’araa :91).

* Pintu ketiga namanya SAQAR, tempat arang-orang shabi’in. Merupakan pintu neraka pada tingkatan ke 5. Di dalam pintu itu ditempati oleh orang-orang yang menyembah berhala atau menyembah patung-patung yang dibuat bangsanya sendiri.

Tingkatan pintu neraka ini, terletak di atasnya pintu neraka Jahim. Tentang neraka ini, Allah telah berfirman yang artinya :”Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)” (QS. Al-Mudatstsir : 42).

* Pintu keempat namanya Ladza, berisi iblis dan orang-orang yang mengikutinya, serta orang Majusi. Ladza merupakan pintu neraka pada tingkatan nomor 4. Di dalamnya ditempati iblis laknatullah beserta orang-orang yang mengikutinya dan orang-orang yang terbujuk rayuannya. Kemudian orang-orang Majusi pun ikut serta menempati neraka Ladza ini. Mereka kekal bersama iblis di dalamnya. Tingkatan pintu neraka Ladza ini diatasnya pintu neraka Saqar.

Dalam hal ini Allah telah berfirman : Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak,” (QS. Al-Ma’arij : 15). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa iblis dan para pengikutnya akan dimasukkan ke dalam neraka Ladza. Seperti apa yang dikatakan oleh Malaikat Maut (malaikat Izrail) ketika iblis hendak dicabut nyawanya, maka malaikat maut itu berkata, bahwa iblis akan diberi minum dari neraka Ladza.

* Pintu kelima namanya HUTHAMAH, tempat orang-orang Yahudi. Merupakan pintu neraka pada neraka tingkatan ke 3. Di dalamnya ditempati oleh orang-orang Yahudi dan para pengikutnya. Pintu neraka Huthamah ini, tingkatannya di atas pintu neraka Ladza yang dihuni para iblis. Tentang neraka Huthamah ini, Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an : “Dan tahukah kamu, apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan,” (QS. Al-Humazah : 5-6).

* Pintu keenam namanya SA’IR, merupakan pintu neraka pada neraka tingkatan ke 2. Di dalamnya ditempati oleh orang-orang Nashrani dan para pengikutnya. Pintu neraka ini berada di atas tingkatan pintu neraka Huthamah. Mengenai neraka ini, Allah Ta’ala telah berfirman :”Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka),” (QS. Al-Insyigaq : 12).

Selanjutnya Jibril terdiam karena merasa segan kepada Rasulullah SAW, kemudian Rasulullah bertanya, “Kenapa engkau tidak memberitahukan penghuni pintu yang ketujuh?”

* Jibril menjawab : “Pintu ke tujuh namanya pintu neraka JAHANAM. Merupakan pintu neraka yang paling atas (pertama). Di dalamnya berisi umatmu yang melakukan dosa-dosa besar dan tidak tobat sampai mereka meninggal dunia.”

Rasulullah pingsan mendengar penjelasan Jibril tersebut. Jibril meletakan kepala Rasulullah di pangkuannya sampai Beliau sadar kembali.

Salman Al-Farisi datang dan berdiri di depan pintu seraya berkata, ”Assalaamu’alaikum, yaa ahla baitir rahmah, apakah saya bisa bertemu dengan junjunganku Rasulullah SAW?” Namun tidak ada yang menjawab, sehingga mereka pun menangis dan terjatuh.

Rasulullah bersabda: “Betapa besar cobaan yang menimpaku dan aku merasa sangat sedih. Jadi, ada di antara umatku yang akan masuk neraka?”

Jibril menjawab, “benar, yaitu umatmu yang mengerjakan dosa-dosa besar.

Kemudian Rasulullah SAW menangis, dan Jibril pun juga ikut menangis. Rasulullah SAW lantas masuk ke rumahnya dan menyendiri. Beliau hanya keluar rumah jika hendak mengerjakan shalat dan tidak berbicara dengan siapapun. Dalam shalat beliau menangis dan sangat merendahkan diri kepada Allah Ta’ala.

Pada hari yang ketiga, Abu Bakar r.a. datang ke rumah beliau dan mengucapkan, ”Assalaamu’alaikum, yaa ahla baitir rahmah, apakah saya bisa bertemu dengan Rasulullah SAW?” Namun tidak ada seorang pun yang menjawabnya, sehingga Abu Bakar menangis tersedu-sedu.

Umar r.a. datang dan berdiri di depan pintu seraya berkata, ”Assalaamu’ alaikum, yaa ahlal baitir rahmah, apakah saya bisa bertemu dengan Rasulullah SAW?” Namun tidak ada seorang pun yang menjawabnya, sehingga Umar lantas menangis tersedu-sedu.

Kemudian Salman bangkit dan mendatangi rumah Fathimah. sambil berdiri di depan pintu ia berkata, ” Assalaamu’ alaikum, wahai putri Rasulullah SAW” sementara Ali r .a. sedang tidak ada di rumah.

Salman lantas berkata, “Wahai putri Rasulullah SAW, dalam beberapa hari ini Rasulullah SAWVsuka menyendiri. Beliau tidak keluar rumah kecuali untuk shalat dan tidak pemah berkata-kata serta tidak mengizinkan seseorang untuk masuk ke rumah beliau.”

Fathimah lantas pergi ke rumah beliau (Rasulullah). Di depan pintu rumah Rasulullah Fathimah mengucapkan salam dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya adalah Fathimah.”

Waktu itu Rasulullah sedang sujud sambil menangis, lantas mengangkat kepala dan bertanya, ”Ada apa wahai Fathimah, Aku sedang menyendiri. Bukakan pintu untuknya.” Maka dibukakanlah pintu untuk Fathimah.

Fathimah menangis sejadi-jadinya, karena melihat keadaan Rasulullah yang pucat pasi, tubuhnya tampak sangat lemah, mukanya sembab karena banyak menangis.

Fathimah bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah yang sedang menimpa dirimu wahai ayahku?” Beliau bersabda, “Wahai Fathimah, Jibril datang kepadaku dan melukiskan keadaan neraka. Dia memberitahu kepadaku bahwa pada pintu yang teratas diperuntukkan bagi umatku yang mengerjakan dosa besar. Itulah yang menyebabkan aku menangis dan sangat sedih.”

Fatimah bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mereka masuk ke neraka itu?” Beliau bersabda, “Mereka digiring ke neraka oleh malaikat. Wajah mereka tidak hitam, mata mereka tidak biru, mulut mereka tidak disumbat, dan mereka tidak dibelenggu ataupun dirantai.”

Fatimah bertanya,” Wahai Rasulullah, bagaimana sewaktu mereka digiring ke neraka oleh malaikat?” Beliau bersabda, “Laki-laki ditarik jenggotnya, sedangkan perempuan dengan ditarik rambut ubun-ubunnya. Banyak di antara umatku yang masih muda, ketika ditarik jenggotnya untuk digiring ke neraka berkata, ”Betapa sayang kemudaan dan ketampananku.

”Banyak di antara umatku yang perempuan ketika ditarik ke neraka berkata, ”Sungguh aku sangat malu.” Ketika malaikat yang menarik umatku itu sampai ke neraka dan bertemu dengan Malik, Malik bertanya kepada malaikat yang menarik umatku itu, ”Siapakah mereka itu? Aku tidak pernah melihat orang-orang yang tersiksa seperti mereka. Wajah mereka tidak hitam, mata mereka tidak biru, mulut mereka tidak disumbat, mereka tidak dibarengkan dengan golongan setan, dan mereka tidak dibelenggu atau diikat lehernya?”

Malaikat itu menjawab, “Kami diperintahkan untuk membawa mereka kepadamu dalam keadaan seperti itu.” Malik berkata kepada mereka, ”Wahai orang-orang yang celaka, siapakah sebenarnya kalian ini?” (Dalam hadis yang lain disebutkan, bahwa ketika mereka ditarik oleh malaikat, mereka selalu menyebut-nyebut nama Muhammad. Ketika mereka melihat Malik, mereka lupa untuk menyebut nama Muhammad karena seramnya Malaikat Malik).

Mereka menjawab, ”Kami adalah umat yang diturunkan Al-Quran kepada kami dan termasuk orang yang mengerjakan puasa pada bulan Ramadhan.” Malik berkata, “Al-Quran hanya diturunkan untuk umat Muhammad.”

Ketika mendengar nama Muhammad, mereka berteriak seraya berkata, ‘Kami termasuk umat Muhammad”. Malik berkata kepada mereka, ”Bukankah di dalam Al-Quran ada larangan untuk mengerjakan maksiat-maksiat kepada Allah Ta’ala?”

Ketika mereka berada di tepi neraka dan diserahkan kepada Malaikat Zabaniyah, mereka berkata ”Wahai Malik, izinkanlah kami untuk menangisi nasib kami.”
Malik mengizinkannya, dan mereka lantas menangis dengan mengeluarkan darah.

Malik lantas berkata, ”Alangkah baiknya, seandainya tangis ini kamu lakukan sewaktu berada di dunia. Seandainya sewaktu di dunia kamu menangis seperti ini karena takut kepada siksaan Allah, niscaya sekarang ini kamu tidak akan masuk neraka.”

Malik lalu berkata kepada Zabaniyah, ”Lemparkan, lemparkan mereka ke dalam neraka.” Ketika mereka dilempar ke dalam neraka, mereka berseru secara serempak mengucapkan kalimat: Laa ilaaha illallah…., sehingga api neraka langsung menjadi padam.

Kemudian Malik berkata, ”Wahai api, sambarlah mereka!” Api itu menjawab, ”Bagaimana aku menyambar mereka sementara mereka mengucapkan kalimat: Laa ilaaha illallaah. Malik berkata lagi kepada api neraka, ”Sambarlah mereka”.

Api itu menjawab, ”Bagaimana aku menyambar mereka, sementara mereka mengucapkan kalimat: Laa ilaaha illallah.” Malik berkata, ”Benar, namun begitulah perintah Allah Arasy”. Kemudian api itu pun menyambar mereka. Di antara mereka ada yang disambar sampai dua telapak kakinya, ada yang disambar sampai dua lututnya, dan ada yang disambar sampai lehemya.

Ketika api itu akan menyambar muka, Malik berkata, ”Jangan membakar muka mereka, karena dalam waktu yang cukup lama mereka bersujud Kepada Dzat Yang Maha Kuasa.

Dalam Al-Qur’an, Allah telah mensifati neraka Jahannam sebagai berikut :”Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi gunung”.(QS. Al-Mursilat : 32) “Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (pengikut-pengikut setan) semuanya.
(QS. Al-Hijr : 43)

Dari Hadits Qudsi: Bagaimana kamu masih bisa melakukan maksiat sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari-Ku. Tahukah kamu bahwa neraka jahanam-Ku itu mempunyai 7 tingkat. Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah. Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung. Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah. Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik. Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak. Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum. Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular. Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandung lautan racun yang hitam pekat. Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai. Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat.

Subhanallah….

sumber : Halaman Kaligrafi (fecebook)

Tanda Meninggal Husnul Khotimah

60567_418427684889569_826103133_n

Meninggal dunia dalam keadaan Khusnul Khatimah atau akhir yang baik merupakan dambaan setiap insan. Setidaknya ada 4 buah hadits dan 1 ayat Al Qur’an yang dijadikan rujukan untuk menentukan tanda mati yang baik ini. Dalam kitab, Ahkamul Jana’iz Wa Bida’uha, setidaknya tanda-tanda meninggal khusnul khatimah antara lain sebagai berikut :

1. Mengucapkan syahadat ketika hendak meninggal.

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang akhir ucapannya adalah kalimat Laa ilaaha Illallah ia akan masuk surga. (HR. Al Hakim).

2. Dahi berkeringat.

Rasulullah SAW bersabda, “Meninggalnya seorang mukmin dengan keringat di dahi.” (HR. Ahmad).

3. Meninggal pada malam atau siang hari Jum’at.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada seorang muslim pun yang meninggal pada hari jum’at, kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi).

4. Meninggal syahid di medan perang.

Allah SWT berfirman dalam QS Ali ‘Imran : 169. janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup[1] disisi Tuhannya dengan mendapat rezki. 170. mereka dalam Keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka[2], bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. 171. mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman.

Penjelasan ayat:
[1] Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, di mana mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana Keadaan hidup itu.
[2] Maksudnya ialah teman-temannya yang masih hidup dan tetap berjihad di jalan Allah s.w.t.

5. Meninggal dalam keadaan beramal saleh.

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah karena mengaharapkan wajah Allah, yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga.

Siapa yang berpuasa sehari karena mengharapkan wajah Allah SWT, yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga.

Siapa yang bersedekah dengan satu sedekah karena mengharapkan wajah Allah SWT, yang ia menutup hidupnya dengan amal tersebut maka ia masuk surga.” (HR. Ahmad).

sumber : Halaman Kaligrafi (fecebook)

SHALAT DHUHA DIKENAL DENGAN SHALAT MEMOHON RIZKI

edited_2_t2

SHALAT Dhuha adalah shalat sunah yang dilakukan setelah terbit matahari sampai menjelang masuk waktu zhuhur. Afdhalnya dilakukan pada pagi hari disaat matahari sedang naik (kira-kira jam 9.00). Shalat Dhuha lebih dikenal dengan shalat sunah untuk memohon rizki dari Allah, berdasarkan hadits Nabi : “Allah berfirman : ‘Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (Shalat Dhuha), niscaya pasti akan Aku cukupkan kebutuhanmu pada akhir harinya’,“ (HR.Hakim dan Thabrani).

Hadits Rasulullah SAW terkait Shalat Dhuha

“Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana di surga” (H.R. Tirmiji dan Abu Majah)

“Siapapun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (H.R Tirmidzi)

“Dari Ummu Hani bahwa Rasulullah SAW shalat dhuha 8 rakaat dan bersalam tiap dua rakaat.” (HR Abu Daud)

“Dari Zaid bin Arqam ra. Berkata,”Nabi SAW keluar ke penduduk Quba dan mereka sedang shalat dhuha‘. Beliau bersabda,?Shalat awwabin (duha‘) berakhir hingga panas menyengat (tengah hari).” (HR Ahmad Muslim dan Tirmidzi)

“Rasulullah bersabda di dalam Hadits Qudsi, Allah SWT berfirman, “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.” (HR Hakim & Thabrani)

“Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat shalatnya setelah shalat shubuh karena melakukan i’tikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat shalat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR Abu Daud)

sumber : Halaman Kaligrafi (fecebook)

BALASAN & AZAB DOSA ZINA

taubat

Rasulullah SAW memberitahu bahwa berzina akan dibalas oleh Allah ketika penzina masih hidup didunia. Rasulullah SAW bersabda : “Dua (2) kejahatan akan dibalas oleh Allah ketika di dunia : zina dan durhaka kepada ibu bapak. (HR Thobaroni)

Antara hukuman atau balasan yang akan diterima oleh para penzina ketika masih berada di dunia dan akhirat adalah :
1. Sabda Rasulullah SAW: Wahai kaum Muslimin! Jauhilah perbuatan zina karena padanya ada 6 macam bahaya,
– Tiga di dunia – Dan tiga di akhirat.

Adapun bahaya yang akan menimpanya di dunia ialah:
1. Lenyapnya cahaya dari mukanya,
2. Memendekkan umur, dan
3. Mengekalkan kemiskinan.

Adapun bahaya yang bakal menimpa di akhirat kelak ialah:
1. Kemurkaan Allah Ta’ala,
2. Hisab (perhitungan) yang buruk, dan
3. Siksaan di neraka
(HR. Baihaqi)

2. Sabda Rasulullah SAW: …Berhati-hatilah kamu tentang zina. Sesungguhnya pada zina itu ada ena (6) hukuman.
– Tiga semasa di dunia – Dan tiga lagi di akhirat.

Adapun di dunia ialah:
1. Rezekinya akan berkurang.
2. Hilang keberkahan hidup, dan
3. Ruhnya akan keluar dari badan dalam keadaan terlindung dari Allah Ta’ala. Allah tidak akan melihat kepada ruhnya.

Adapun nasib yang akan menimpanya di akhirat ialah:
1. Allah akan melihat kepadanya dengan pandangan kemurkaan, yang menyebabkan mukanya akan menjadi hitam.
2. Dia akan ditarik mukanya dengan rantai ke neraka (api) yang paling besar.
3. Kiranya amalannya akan dilakukan dengan teliti dan ketat.

Selain dari balasan dunia dan juga siksaan di akhirat, ada juga hukuman azab ketika berada didalam kubur bagi mereka yang berzina ketika di dunia.

3. Rasulullah SAW bersabda:
…Barang siapa yang memenuhkan (menggunakan) matanya kepada yang haram, Allah aka memenuhkan matanya dengan bara api neraka Jahanam. Barang siapa yang berzina dengan wanita yang haram baginya, Allah akan meletakkannya di dalam kubur dengan penuh kehausan menangis, dan sedih.
Wajahnya akan dihitamkan seperti gelap gulita.
Di tengkuknya akan digantung dengan ikatan rantai dari neraka.
Dia akan dipakaikan dengan baju dari api neraka pada tubuhnya.

Allah tidak akan berbicara dengannya pada hari kiamat.
Dia juga tidak akan disucikan (dimuliakan) dan bagi mereka azab yang ama pedih.

Balasan-balasan serta hukuman lain ketika berada di akhirat kelak ialah:

4. Sabda Rasulullah SAW: Tiga golongan manusia Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat, tidak akan memandang kepada mereka, dan tidak akan mensucikan mereka, sedangkan mereka akan ditimpa siksaan yang pedih, yaitu:

1. Orang tua yang berzina
2. Seorang raja yang pendusta
3. Orang miskin yang sombong.

(HR Muslim dan Nasa’I)

Hadis ini menerangkan bahwa balasan yang akan diterima oleh orang tua yang berzina pada hari kiamat kelak ialah Allah tidak akan berbicara dan memandang kepada mereka, sedang mereka tidak akan disucikan (diampunkan dosa) dan akan ditimpakan azab siksa yang pedih.

5. Sabda Rasulullah SAW :
Ahli neraka akan menjerit akibat bau yang terlalu busuk dari kemalua orang yang berzina. Antara balasan yang akan diterima oleh para penzina di akhirat kelak ialah mereka akan dilemparkan ke dalam neraka dan kemaluan mereka akan mengeluarkan bau yang terlalu amat busuk sehingga menyebabkan para penghuni neraka yang lain menjerit-jerit kemarahan dan merasa tertekan dengan bau yang kuat dan busuk itu..!
Wa na’uzu bi Allahi min zalik!

6. Rasulullah SAW bersabda : Penzina, pada hari kiamat, akan datang dalam keadaan kemaluan mereka bernyala dengan nyalaan api. Semua makhluk mengenali mereka karena bau kemaluan yang terlalu busuk. Muka-muka mereka akan ditarik ke neraka.

Apabila mereka memasuki neraka, malaikat Malik akan memakaikan mereka dengan sepasang baju besi dari api neraka.
Sekiranya baju besi tersebut diletakkan di atas sebuah gunung, niscaya ia akan lebur menjadi abu.

Malaikat Malik berkata : “Wahai sekalian malaikat, tancapkan mata-mata mereka dengan paku-paku besi sebagaimana mereka melihat kepada yang haram. Ikatkan tangan-tangan mereka dengan ikatan api neraka sebagaimana mereka melakukannya (memeluk) kepada perkara yang haram. Ikatkan kaki-kaki mereka dari ikatan api neraka sebagaimana mereka berjalan kepada tempat yang haram.

Malaikat Zabaniah berkata : “Ya…Ya…!
Malaikat Zabaniah mengikat tangan-tangan serta kaki-kaki mereka, dan mata-mata mereka ditancapkan dengan paku neraka.

Mereka semua menjerit dan berkata : “Wahai sekalian malaikat Zabaniah!
Kasihanilah kami …! Ringankanlah kami dari azab siksa buat seketika. ”

Malaikat Zabaniah berkata: “Bagaimana kami hendak mengasihi kamu sedangkan Allah Yang Maha Pengasih begitu amat memurkai kamu.”

Demikianlah nasib yang buruk bagi orang yang melakukan zina semasa didunia.
Rayuan demi rayuan tidak diindahkan.
Hukuman dan siksaan tetap diteruskan untuk menghukum mereka.

Semasa Isra’ dan Mikraj, Nabi Muhammad SAW menyaksikan balasan yang diterima oleh orang-orang yang berzina…

…Semoga kita dijauhkan dari godaan zina,
jangan pernah tergoda untuk melakukannya. Na’udzubillah…

Ya Allah… Jauhkan kami dari azab zina dan neraka. Aamiin.

Marilah kita berdoa, bermunajat kepada Allah. Semoga Allah mengampuni kita, dan menghapuskan kita dari segala dosa yang telah lalu.

Ya Allah,
Ampunilah semua dosa-dosa kami, baik sengaja atau pun tidak, berkahilah kami, ramahtilah kami, berikanlah kami hidayah-Mu agar kami senantiasa dekat kepada-Mu hingga akhir hayat.

Aamiin ya Rabbal’alamin.

sumber : Halaman Kaligrafi (fecebook)

10 GODAAN SYETAN DALAM SHALAT

dhuha

1. WAS-WAS SAAT MELAKUKAN TAKBIRATUL IHRAM

Saat mulai membaca takbiratul ihram “Allahu Akbar”, ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah. Sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku’.

Ibnul Qayyim rahimahullaah berkata: “Termasuk tipu daya syetan yang banyak mengganggu mereka adalah was-was dalam bersuci (berwudhu) dan niat atau saat takbiratul ihram dalam sholat”. Was-was itu membuat mereka tersiksa dan tidak tenteram.

2. TIDAK KONSENTRASI SAAT MEMBACA BACAAN SHOLAT

Sahabat Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam yaitu ‘Utsman bin Abil ‘Ash datang kepada Rasulullah dan mengadu: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syetan telah hadir dalam sholatku dan membuat bacaanku salah dan rancau”. Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam menjawab, “Itulah syaitan yang disebut dengan Khinzib. Apabila kamu merasakan kehadirannya, maka meludahlah ke kiri tiga kali dan berlindunglah kepada Allah Subhaanahu wa ta’aala Akupun melakukan hal itu dan Allah Subhaanahu wa ta’aala menghilangkan gangguan itu dariku” (HR. Muslim)

3. LUPA JUMLAH ROKA’AT YANG TELAH DIKERJAKAN

Abu Hurairah radhiyallaah ‘anhu berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam telah bersabda: “Jika salah seorang dari kalian sholat, syetan akan datang kepadanya untuk menggodanya sampai ia tidak tahu berapa rakaat yang ia telah kerjakan. Apabila salah seorang dari kalian mengalami hal itu, hendaklah ia sujud dua kali (sujud sahwi) saat ia masih duduk dan sebelum salam, setelah itu baru mengucapkan salam” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. HADIRNYA PIKIRAN YANG MEMALINGKAN KONSENTRASI

Abu Hurairah radhiyallaah ‘anhu berkata: “Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda, “Apabila dikumandangkan azan sholat, syetan akan berlari seraya terkentut-kentut sampai ia tidak mendengar suara azan tersebut. Apabila muadzin telah selesai azan, ia kembali lagi. Dan jika iqamat dikumandangkan, ia berlari. Apabila telah selesai iqamat, dia kembali lagi. Ia akan selalu bersama orang yang sholat seraya berkata kepadanya: “Ingatlah apa yang tadinya tidak kamu ingat!”, sehingga orang tersebut tidak tahu berapa rakaat ia sholat” (HR Bukhari)

5. TERGESA-GESA UNTUK MENYELESAIKAN SOLAT

Ibnul Qayyim berkata: “Sesungguhnya ketergesa-gesaan itu datangnya dari syetan, karena tergesa-gesa adalah sifat gegabah dan sembrono yang menghalang-halangi seseorang untuk berprilaku hati-hati, tenang dan santun serta meletakkan sesuatu pada tempatnya. Tergesa-gesa muncul kerana dua perilaku buruk,yaitu sembrono dan buru-buru sebelum waktunya”.

Tentu saja bila sholat dalam keadaan tergesa-gesa, maka cara pelaksanaannya asal mengerjakan solat, asal selesai, sudah!!!. Tidak ada ketenangan atau thuma’ninah.

Pada zaman Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam ada orang sholat dengan tergesa-gesa. Akhirnya Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam memerintahkannya untuk mengulanginya lagi karena sholat yang telah ia kerjakan belum sah.

Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda kepadanya: “Apabila kamu sholat, bertakbirlah (takbiratul ihram). Lalu bacalah dari Al-Qur’an yang mudah bagimu, lalu ruku’lah sampai kamu benar-benar ruku’ (thuma’ninah), lalu bangkitlah dari ruku’ sampai kamu tegak berdiri, kemudian sujudlah sampai kamu benar-benar sujud (thuma’ninah) dan lakukanlah hal itu dalam setiap rakaat solatmu” (HR Bukhari dan Muslim)

6. MELAKUKAN GERAKAN-GERAKAN YANG TIDAK PERLU

Dahulu ada seorang sahabat yang bermain kerikil ketika sedang tasyahud. Ia membolak-balikkannya. Melihat hal itu, maka Ibnu Umar segera menegurnya selepas solat. “Jangan bermain kerikil ketika sholat karena perbuatan tersebut berasal dari syetan. Tapi kerjakan seperti apa yang dikerjakan Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam”. Orang tersebut bertanya: “Apa yang dilakukannya?” Kemudian Ibnu Umar meletakkan tangan kanannya diatas paha kanannya dengan jari telunjuk menunjuk ke arah kiblat atau tempat sujud. “Demikianlah saya melihat apa yang dilakukan Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam”, kata Ibnu Umar. (HR Tirmidzi)

7. MENENGOK KE KANAN ATAU KE KIRI KETIKA SHOLAT

Dengan sadar atau tidak, seseorang yang sedang sholat memandang ke kiri atau ke kanan, itulah akibat godaan syetan penggoda. Karena itu, setelah takbiratul ihram, pusatkan pandangan pada satu titik. Yaitu tempat sujud. Sehingga perhatian kita menjadi fokus dan tidak mudah dicuri oleh syetan.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallaah ‘anhaa, ia berkata: “Saya bertanya kepada Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam tentang hukum menengok ketika sholat”. Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam menjawab, “Itu adalah curian syetan atas sholat seorang hamba”. (HR Bukhari)

8. MENGUAP DAN MENGANTUK

Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda: “Menguap ketika sholat itu dari syetan. Karena itu bila kalian ingin menguap, maka tahanlah sebisa mungkin” (HR Thabrani).

Dalam riwayat lain Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda, “Adapun menguap itu datangnya dari syetan, maka hendaklah seseorang mencegahnya (menahannya) selagi bisa. Apabila ia berkata ha… berarti syaitan tertawa dalam mulutnya” (HR Bukhari dan Muslim)

9. BERSIN BERULANG KALI SAAT SHOLAT

Syetan ingin mengganggu kekhusyukkan sholat dengan bersin, sebagaimana yang dikatakan Abdullah bin Mas’ud: “Menguap dan bersin dalam sholat itu dari syetan” (Riwayat Thabrani).

Ibnu Hajar menguraikan pernyataan Ibnu Mas’ud radhiyallaah ‘anhu, “Bersin yang tidak disenangi Allah Subhaanahu wa ta’aala adalah yang terjadi dalam sholat, sedangkan bersin di luar solat itu tetap disenangi Allah Subhaanahu wa ta’aala. Hal itu tidak lain karena syetan memang ingin mengganggu sholat seseorang dengan berbagai cara”.

10. TERASA INGIN BUANG ANGIN ATAU BUANG AIR

Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian bimbang atas apa yang dirasakan di perutnya apakah telah keluar sesuatu darinya atau tidak, maka janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid sampai ia yakin telah mendengar suara (keluarnya angin) atau mencium baunya” (HR Muslim).

sumber : Halaman Kaligrafi (fecebook)

Fadilat azan dan kelebihan orang yang melaungkan azan

 

medium_54suara-adzan-bawa-janna-masuk-islam

 
i) Keampunan Allah yang banyak, di mana keampunan itu digambarkan sejauh laungan suara yang dilaungkan ketika azan dan baginya pahala sama seperti pahala orang yang sembahyang bersamanya, seperti yang dijelaskan dalam hadis daripada Barra bin Azib, yang menyatakan bahawa Rasulullah bersabda: Sesungguhnya Allah dan malaikatnya berselawat ke atas mereka yang berada di saf hadapan, manakala muazzin diampuni dosanya sepanjang suaranya, ucapannya dibenarkan oleh mereka yang mendengarnya, yang terdiri daripada benda basah dan kering dan dia akan memperoleh pahala sebanyak pahala mereka yang sembahyang bersamanya.
Seandainya manusia itu mengetahui kelebihan azan, juga melakukan sembahyang di saf awal, mereka akan berlumba-lumba berbuat demikian. Dijelaskan dalam hadis daripada Abu Hurairah bahawa Rasulullah bersabda menyatakan: Sekiranya manusia itu tahu ganjaran yang ada pada azan dan berada di saf awal, tetapi tidak ada jalan lain untuk memperolehnya, kecuali dengan mengadakan undian nescaya mereka akan mengadakan undian.
ii) Iblis dan syaitan lari bertempiaran mendengar bacaan azan, berdasarkan hadis Abu Hurairah bahawa Rasulullah bersabda: Apabila azan dilaungkan untuk sembahyang, syaitan lari terkentut-kentut lintang-pukang sehingga tidak mendengar suara azan dan apabila sempurna azan, dia datang hingga apabila dilaungkan iqamah untuk sembahyang dia lari lagi, sehinggalah sempurna iqamah dibaca, lalu dia datang, mengganggu dan menimbulkan rasa waswas dalam diri, membisikkan kepadanya: Ingatkan itu dan ini, sesuatu yang tidak terlintas sebelum itu, menyebabkan seseorang itu tidak sedar berapa rakaat dia sembahyang.
Kerana itu tidak seyogia seseorang itu keluar dari masjid ketika dilaungkan azan, supaya tabiat seseorang itu tidak menyerupai tabiat syaitan. Walaupun demikian tidak mengapa kerana uzur, kerana sesuatu hajat, tetapi seseorang itu hendaklah balik semula ke masjid.
Hadis daripada Said bin Al-Mussayyab, beliau berkata, dikatakan bahawa Rasulullah ada bersabda: Tidak seyogia seseorang itu keluar dari masjid, selepas an-nida,’ kecuali dia hendak kembali semula ke masjid atau dia menjadi seorang munafik.
iii) Dengan azan dosa-dosa diampuni Allah dan akhirnya seseorang itu dimasukkan ke syurga berdasarkan hadis Aqabah bin Amir, beliau berkata, aku mendengar Rasulullah bersabda: Tuhan kamu kagum terhadap orang yang memelihara kambing di atas kelompok bukit yang berazan dan menunaikan sembahyang. Allah berfirman: Lihatlah hamba-Ku ini, dia azan dan mendirikan sembahyang kerana takutkan Aku. Maka sesungguhnya Aku telah ampuni hamba-Ku ini dan Aku masukkan dia dalam syurga.
Azan selepas masuk waktu sembahyang adalah daripada amalan sunah. Azan disyariatkan untuk memberitahu waktu, kerana itu ia tidak disyariatkan untuk dilakukan sebelum masuk waktu, kecuali pada sembahyang subuh, iaitu azan awal untuk memberitahu orang yang sedang tidur.
Orang yang azan atau muazzin hendaklah Islam, baligh lagi berakal. Hanya dilakukan oleh kaum lelaki dan tidak mengurang atau menambah ayat-ayat azan yang telah disyariatkan. Azan adalah ibadah. Ibadah perlu dilakukan menurut apa yang telah disyariatkan. Untuk memperoleh kesempurnaan sembahyang, sunat-sunat azan hendaklah diikuti, iaitu azan hendaklah dilakukan dalam keadaan suci, bersih daripada hadas kecil dan besar dan dilakukan semata-mata kerana Allah.  Berdasarkan keterangan ini, ibu yang baru bersalin tidak boleh membacakan azan, biarpun untuk anak yang baru dilahirkan, kerana ibu berkenaan adalah keadaan berjunub. Perempuan tidak ahli untuk berazan. Azan sembahyang hendaklah dilakukan dalam keadaan berdiri dan menghadap kiblat. Sunat meletakkan tapak tangan kanan di telinga kanan dan tapak tangan kiri di telinga kiri atau memasukkan jari telunjuk dalam telinga kanan dan kiri menurut seperti yang dilakukan oleh Bilal. Bilal berkata: Maka aku masukkan jariku dalam telinga lalu aku azan- hadis riwayat Abu Daud dan Ibn Hibban. Azan sembahyang hendaklah dilaungkan oleh orang yang bersuara baik lagi lantang kerana Rasulullah pernah bersabda kepada Abdullah bin Zaid agar mengajar azan kepada bilal kerana suara Bilal lebih lantang daripada suaranya.
Kaum wanita yang hendak sembahyang berjemaah tidak disunatkan azan. Suara tinggi wanita boleh membawa fitnah. Hadis daripada Ibn Umar menjelaskan: Kaum wanita tidak boleh azan juga iqamah. Sunat berselawat ke atas Nabi sebaik-baik sahaja azan tamat dilaungkan. Allah akan berselawat kepada orang yang berbuat demikian sepuluh selawat bagi setiap selawat yang dilafazkan. Bacaan iqamah sebaik-baik dibaca oleh orang yang azan. Demikianlah disebut dalam sebuah hadis daripada Ziad bin Harith as-Sadaiy, yang menyatakan bahawa dia pernah azan. Tidak lama selepas itu Bilal datang untuk iqamah. Baginda bersabda: Bahawasanya saudara Sada’ (Ziad bin Harith) telah azan, sesiapa yang azan, dialah yang iqamah – Riwayat Abu Daud dan Tarmizi. Rasulullah menyatakan bahawa doa yang dipohon antara azan dan iqamah tidak akan ditolak oleh Allah – Riwayat Abu Daud dan Tarmizi. Sunat bagi makmum bangun untuk mendirikan sembahyang apabila muazzin membaca pada ayat qad qamati `s-salah. Demikianlah yang dijelaskan oleh Anas r.a, Ahmad Rahimu `Llah, juga oleh Abu Hanifah. Ibn Umar tidak berdiri kecuali setelah mendengar muazzin sempurna membaca kalimah-kalimah berkenaan. Menurut mazhab Asy-Syafie, seseorang itu tidak perlu bangun sehingga iqamah yang dibaca oleh muazzin sempurna dibaca.
Muazzin perlu mendapat izin atau persetujuan daripada imam sebelum iqamah, apatah lagi sekiranya iqamah itu dilakukan orang lain. Tidak seyogia seseorang itu masuk urusan iqamah sehinggalah dia mendapat izin daripada imam. Tidak menambah perkataan “sayyidina” contohnya ketika iqamah juga azan. Tidak terdapat bukti daripada ulama salaf daripada kitab-kitab hadis, juga daripada amalan sahabat, tabiin, juga daripada ulama fikah, pengikut-pengikutnya juga oleh khulafau `r-rasyidin. Menambah kalimah ini pada ibadah yang disyariatkan bukan merupakan amalan memuliakan Nabi. Setiap amalan mesti ada sandaran.
Dilarang seseorang itu keluar dari masjid ketika atau selepas azan. Hadis daripada Abu Hurairah menjelaskan bahawa dia telah melihat seorang lelaki keluar dari masjid selepas muazzin melaungkan azan. Baginda bersabda: Perbuatan ini sesungguhnya telah mengingkari Abu Al-Qasim s.a.w. – hadis ditakhrij oleh Muslim dalam sahihnya. Hukum iqamah sama seperti hukum azan. Terdapat beberapa perkara yang perlu dilakukan ketika iqamah, antaranya sunat mempercepat bacaan iqamah dengan menghimpunkan dua baris ayat iqamah dengan satu nafas, berdasarkan hadis Jabir yang menyatakan: Apabila azan, hendaklah engkau lambatkan dan apabila iqamah hendaklah engkau cepatkan. Jadikan jarak antara azan dan iqamah sekira-kira orang yang makan dapat menghabiskan makanannya.
Dalam hadis Abdullah bin Maghfal dijelaskan bahawa baginda bersabda: Tempoh antara dua azan ialah satu sembahyang. Menurut Abdul Aziz bin Abdullah Ibn Bazz r.a, iqamah tidak perlu cepat, sehinggalah imam memerintahkan supaya iqamah, di mana ia mengambil masa suku jam, satu per tiga jam atau seumpamanya mengikut keperluan. Sekiranya imam lambat datang, orang lain boleh menjadi imam sembahyang bersama orang lain. Berdasarkan keterangan ini, tukang azan tidak perlu iqamah cepat untuk mendirikan sembahyang kerana tempoh antara azan dan iqamah sebelum menunaikan sembahyang itu adalah jelas. Menurut pendapat ulama Asy-Syafie, sunat dilakukan iqamah di tempat yang lain daripada tempat azan dengan suara yang lebih rendah, perlahan daripada suara azan. Iqamah tidak boleh dilakukan sehinggalah imam memberi keizinan berdasarkan kepada amalan Bilal yang meminta izin baginda sebelum iqamah: Aku berkata kepada Nabi Muhammad, aku hendak melakukan iqamah. Baginda menjawab: Tukang azan lebih berhak dengan azan dan imam lebih berkuasa terhadap iqamah – riwayat Ibn Adiy.
Di luar keperluan sembahyang, sunat azan di sebelah telinga kanan bayi yang baru dilahirkan dan diiqamahkan di telinga sebelah kiri. Azan juga perlu dilakukan ketika berlaku kebakaran, waktu perang, berlaku ribut taufan, juga ketika iblis dan syaitan menjelmakan diri. Begitu juga azan pada telinga orang yang sedih, orang yang jatuh, orang yang sedang marah dalam keadaan panas baran atau ketika seseorang itu tidak sedarkan diri, menjadi liar kelakuannya atau ketika dirasuk iblis dan syaitan. Iblis akan lari jauh hasil daripada azan yang dilaungkan. Tidak disunatkan azan ketika mayat dimasukkan dalam kubur menurut pendapat yang muktamad di kalangan ulama mazhab Asy-Syafie.